Dinastinews.com||Lebak – Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menyoroti penanganan kasus rumah warga yang roboh di Desa Sukarendah. Sekretaris Forwatu Banten, Riswanto, menilai kurang tanggapnya pihak desa dalam menangani musibah tersebut sebagai bentuk hilangnya kepekaan sosial yang nyaris mendekati sikap kebatilan.
Menurut Riswanto, kondisi rumah yang ambruk tersebut seharusnya menjadi perhatian utama dan segera mendapatkan penanganan serius dari pemerintah desa. Namun, respon yang terlambat dan minimnya perhatian menunjukkan bahwa pemimpin desa tidak lagi memiliki rasa empati terhadap kesulitan rakyatnya.
“Kami melihat adanya hilang kepekaan yang sangat parah dari Kepala Desa Sukarendah. Ketika warga tertimpa musibah rumah roboh, responnya sangat lambat dan tidak serius. Sikap seperti ini bukan hanya kelalaian, tapi sudah mendekati kebatilan karena mengabaikan nasib rakyat yang sedang menderita,” tegas Riswanto saat mengunjungi rumah Sayuti ketiga kalinya dan memasang Tenda yang dipinjam dari BNPB untuk tidur Pak Sayuti dan Istrinya Senin (22/04/2026).
Forwatu menilai, seorang pemimpin desa seharusnya hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana atau musibah. Ketidakhadiran dan kelambanan dalam mengambil langkah solutif dinilai sebagai bukti bahwa kinerja desa selama ini tidak berpihak pada kepentingan warga kecil.
Lebih jauh, Riswanto menegaskan bahwa sikap tidak peka tersebut tidak bisa dibiarkan. Pihaknya menuntut agar Kepala Desa Sukarendah segera bertindak cepat memberikan bantuan dan perbaikan, serta mulai memperbaiki cara pandang agar lebih pro rakyat.
“Kami minta segera ada tindakan nyata, bukan hanya janji manis. Jangan sampai kesulitan warga dibiarkan hanya karena pemimpinnya sudah lupa daratan dan hilang rasa kemanusiaannya,” tambahnya.
Sementara itu Koordinator Pembangunan Rumah yang dibentuk Forwatu Banten Hamdani menjelaskan bahwa pihak Forwatu Banten telah melakukan berbagai mitigasi untuk membangun Rumah yang layak untuk Pak Sayuti.
“Atas arahan dari Presidium Forwatu Banten, Saya ditunjuk untuk menjadi Koordinator Pembangunan Rumah Pak Sayuti, Saya sudah antarkan usulan ke Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Propinsi Banten dan informasinya pihak UPZ tinggal menunggu instruksi dari pimpinan!” Ucap Dani pada media.
Sebagai informasi Rumah roboh milik Pak Sayuti tersebut berada di Kampung Galura Desa Sukarendah Kecamatan Warunggunung dan kini sedang menunggu uluran tangan para Donatur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kepala Desa Sukarendah terkait kritikan yang dilayangkan oleh Forwatu Banten tersebut.
(Addin).












