RajaBackLink.com

Polres Aceh Tengah Bersama BKO Brimob, TNI, dan Relawan Bangun Jembatan Apung Akses Ke Kampung Terisolir di Linge

Polres Aceh Tengah Bersama BKO Brimob, TNI, dan Relawan Bangun Jembatan Apung Akses Ke Kampung Terisolir di Linge

DinastiNews.com | Aceh Tengah , Kepolisian Resor Aceh Tengah melalui jajaran Polsek Linge bersinergi dengan BKO Brimob Polda Aceh, TNI, relawan, dan masyarakat membantu membangun jembatan darurat (jembatan apung) di Sungai Kala Ili, Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pembangunan jembatan apung ini dilakukan sebagai solusi sementara guna membuka kembali akses penyeberangan menuju wilayah Kemukiman Weh Dusun Jamat yang sebelumnya terputus dan terisolir akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Di Kemukiman Weh Dusun Jamat ada lima kampung disana, terdiri dari Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Reje Payung dan Kute Reje.

Jembatan darurat tersebut dibangun dengan memanfaatkan drum dan material kayu agar dapat segera digunakan masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, baik menuju desa sekitar maupun ke luar wilayah kecamatan.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan personel Polsek Linge, BKO Brimob Polda Aceh, Babinsa Koramil 05 Linge, aparatur Kampung Kemukiman Weh Dusun Jamat, relawan Jagong Jeget Peduli, serta masyarakat setempat.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan apung ini merupakan wujud nyata kepedulian dan sinergi lintas sektor dalam membantu warga terdampak bencana yang sempat terisolir akibat terputusnya akses utama.

“Sinergi antara Polri, TNI, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membantu pemulihan akses warga. Jembatan darurat ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memperlancar aktivitas warga sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” ujar Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membuka kembali akses penyeberangan, tetapi juga untuk mempererat sinergitas TNI–Polri dengan masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menghadirkan rasa aman dan kepedulian sosial di tengah warga terdampak bencana.

Alhamdulillah, pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, jembatan apung tersebut telah rampung dibangun dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya untuk kendaraan roda dua (R2).

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat dan relawan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat bagi warga untuk bangkit dan pulih pascabencana.

Editor : Surianto Kaperwil Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *