” Pilo ” Ubi Jangkat Merambah Provinsi dan daerah Tetangga,Pendapatan Warga Merangin bertambah
Dinastinews.com. Rabu 21/6/2023. dikenal dengan Ubi jalar ACE di kalangan pedagang sayuran dan buah,Hasil bumi umbi umbian di kabupaten Merangin yang mulai diketahui warga di luar provinsi jambi sangat mendapat tempat di berbagai daerah di indonesia. Seperti halnya Ubi Rambat Pilo sejak tahun 2015 hasil bumi Luhak Enam Belas ini telah merambah ke Provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan,Medan Jakarta,Jawa barat,Jawa tengah dan Jawa timur.
Tahun 2016 di beberapa provinsi di Sumatera mengenal bahwa Ubi Rambat ” Pilo ” di sebut dari kabupaten tetangga,namun setelah adanya market langsung dari Usaha dagang Resmi dari Kecamatan Jangkat khusus nya desa Renah alai,membuat pandangan berubah total akan stock ubi yang melimpah di miliki Kabupaten Merangin.
Menurut Samsir salah seorang pedagang ubi Pilo,. Pada awak media ini,. Ya bang.. kami merintis penjualan ke beberapa provinsi di Indonesia,contoh nya Medan dibeberapa pasar Induk awalnya kami mengisi hingga 30 ton perminggu dan ke perbagai pasar itu di tahun 2016 hingga 2019.

Setelah adanya Covid-19 kami menemui kendala yang sangat besar, Nah pertengahan tahun 2022 kami bangkit dan mulai menjajaki pasar luar daerah sepertihalnya yang di lakasanakan hari Senin 19/5/2023, secara Continued pengiriman lapak di Jambi 8 ton perminggu.
Sedangkan untuk penjajakan antar Provinsi sedang dalam koordinasi dengan pedagang luar.
Mengingat Potensi dan Cikal bakal hasil bumi Luhak 16 yang melimpah,kita harapkan adanya perhatian pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan ” market dan industri hilir ” akan hasil bumi berupa uni Pilo ini.
Disamping itu,hasil besar dari luhak-16 sangat beragam,yakni Casivera,Kopi,minyak Nilam,Cabe serta hasil bumi yang di pasarkan di tingkat nasional.
Saat Awak media ini berkunjung ke Pasar Rakyat Kota Bangko,ditemui puluhan pelaku ekonomi melaksanakan Niaga dipasar tersebut. Terlihat Puluhan Pickup membawa sayuran hasil bumi dari perbagai pelosok Merangin dan disambut puluhan Pedagang luar daerah yang melakukan transaksi umum.
Dapat dihitung dengan jelas,diperkirakan persentase niaga 70:30% yang mana Produsen dari Merangin memegang kendali market dalam artian Lebih besar pedagang Merangin menjualkan ke daerah luar dari pada sebaliknya.
Hambali














