RajaBackLink.com

LSM KOMPAK : Apresiasi Kajari Abdya Atas Penetapan Tersangka Baru Pada Proyek Aplikasi PUKA

LSM KOMPAK : Apresiasi Kajari Abdya Atas Penetapan Tersangka Baru Pada Proyek Aplikasi PUKA

Dinastinews.com Aceh

Abdya – Penetapan YP sebagai tersangka baru pada kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Sistem informasi terpadu Pusat Industri Kreatif Abdya (PIKA) adalah bentuk keseriusan Kejari Aceh Barat Daya (Abdya) dalam melakukan Pemberantasan Korupsi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pejuang Keadilan (LSM KOMPAK) Saharuddin dalam keterangan tertulis kepada Awak Media, Rabu (15/03/2023).

“Ini patut kita berikan Apresiasi kepada Bapak Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Abdya,” Ujar Saharuddin.
Awalnya, kata Saharuddin, proses Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi pada Proyek Pembangunan Sistem informasi terpadu Pusat Industri Kreatif Abdya (PIKA) memang membutuhkan waktu sedikit lama.
“Selain mengalami kesulitan memeriksa Rekanan lantaran tengah maraknya Pandemi Covud-19, Rekanan juga berada diluar Aceh dan pada saat itu masih diberlakukan PPKM, Belum lagi dengan hasil Audit dari pihak Inspektorat Aceh Barat Daya yang tak kunjung turun, Sehingga pihak Kejari kesulitan dalam menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Namun, menurut Saharuddin, berkat Kegigihan dan keseriusan Kejari dibawah pimpinan Bapak Heru Widjatmiko yang dibantu Kasi Pidsus Bapak Riki Guswandri, Kasus Dugaan Korupsi pada proyek Aplikasi PIKA tersebut terus terkuak.
“Walaupun sebelum nya Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh telah memvonis pihak Rekanan dan PPK, namun Kejari Abdya masih memburu dan membongkar para pihak yang ikut terlibat dalam kasus tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, kata dia, kita juga menduga, kalau dalam Kasus Dugaan Korupsi pada proyek Aplikasi PIKA tersebut ada keterlibatan Aktor-aktor Intelektual. Karena perjalanannya seperti tersusun rapi dan sistematis dalam meraup uang negara.
” Kita menduga selain YP yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tidak tertutup kemungkinan masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam dugaan Kasus korupsi pada proyek Aplikasi PIKA yang menggunakan Uang Negara senilai Rp 1.3 Miliar . Apa itu yang mengarah kepada Gratifikasi maupun kepada Persengkokolan Jahat yang mengakibatkan kerugian Negara” ucapnya.

“Semoga Kejari Abdya bisa mengukapkan Siapa pun yang ikut terlibat dan kemana saja aliran Uang tersebut mengalir” tutup Sahar[]
Roni Ganesha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *