DinastiNwes.com | Aceh Tengah , Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama prajurit Yonif TP 854/DK dan warga merampungkan pembersihan material lumpur serta kayu akibat banjir bandang di SMPN 26 Takengon, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/2/2026).
Sekolah tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak paling parah setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Linge. Endapan lumpur dan material kayu sempat menimbun bangunan sekolah dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 sentimeter.
Sebanyak enam unit gedung terdampak langsung, terdiri atas satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung dengan tiga ruang belajar siswa, satu gedung perpustakaan, satu mess sekolah, serta dua gedung yang mencakup empat rumah guru. Total terdapat 10 ruangan yang harus dibersihkan dari lumpur, tanah, dan sisa batang kayu.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita melalui Bati Tuud Koramil 05/Linge Serka M.T Hasibuan menyatakan proses pembersihan kini telah mencapai 100 persen.
“Seluruh ruangan sudah bebas dari lumpur. Dinding bagian dalam dan luar gedung telah dibersihkan, dan area lingkungan sekolah juga sudah dirapikan,” ujar Hasibuan.
Dalam operasi tersebut, empat personel Kodim 0106/Aceh Tengah dipimpin Bati Tuud Koramil 05/Linge diterjunkan ke lokasi. Mereka diperkuat 20 personel Yonif TP 854/DK di bawah komando Sertu Oein Zulkarnain serta lima warga setempat yang turut bergotong royong. Tidak ada keterlibatan instansi lain dalam kegiatan pembersihan ini.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap sejak 19 Januari hingga 14 Februari 2026. Sejumlah kendala sempat dihadapi di lapangan, mulai dari banyaknya batang kayu sisa banjir, tingginya endapan lumpur di dalam ruangan, kebutuhan alat berat untuk membersihkan area luar gedung, keterbatasan air bersih, hingga minimnya perlengkapan kerja pendukung.
Meski demikian, seluruh hambatan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama antara TNI dan masyarakat setempat.
Selanjutnya, tahap rehabilitasi ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah direncanakan untuk mempercepat pemulihan aktivitas belajar mengajar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan fasilitas publik pascabencana, khususnya sektor pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah.
(Surianto)














