RajaBackLink.com
Daerah  

Rakyat Menjerit, PROJAMIN Kalbar Turun Tangan Soal BBM Langka

Rakyat Menjerit, PROJAMIN Kalbar Turun Tangan Soal BBM Langka

Dinasti news.Com| KALBAR,

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Wilayah Kalimantan Barat kian memantik reaksi serius dari kalangan Masyarakat Sipil. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PROJAMIN Kalimantan Barat bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJAMIN Sintang menggelar pertemuan dengan sejumlah rekan-rekan Media Nasional guna membahas krisis Distribusi BBM yang terus berulang di beberapa Kabupaten.

Pertemuan tersebut digelar di wilayah Sintang, Kamis (12/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW PROJAMIN Kalbar, Eko Jatmiko, bersama sejumlah pengurus PROJAMIN Kalbar dan DPC Sintang.

Dalam diskusi tersebut, PROJAMIN menyoroti kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten Sintang, Sanggau, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, serta beberapa wilayah lain di Kalbar yang terdampak Distribusi.

Ketua DPW PROJAMIN Kalbar, Eko Jatmiko, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan masalah serius yang berdampak langsung pada Stabilitas Ekonomi dan Sosial Masyarakat.

“Kelangkaan BBM ini sudah sangat meresahkan. Aktivitas Masyarakat terganggu, Distribusi barang tersendat, dan pelaku usaha kecil menjerit. Ini bukan persoalan sepele,” tegas Eko dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, momentum menjelang Perayaan Imlek dan datangnya Bulan Suci Ramadhan membuat situasi ini semakin krusial. Kebutuhan Masyarakat akan Mobilitas dan Distribusi bahan pokok dipastikan meningkat dalam waktu dekat.

“Sebagian Masyarakat Kalbar akan merayakan Imlek, dan Umat Muslim akan segera memasuki Bulan Suci Ramadhan. Jangan sampai Masyarakat justru dipersulit dengan kelangkaan BBM. Ini momentum yang sensitif,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, DPW PROJAMIN Kalbar menyatakan akan melakukan pengecekan langsung sekaligus Konfirmasi Resmi ke Depot PT Pertamina Sintang. Tujuannya adalah menyampaikan secara langsung keluhan Masyarakat serta meminta penjelasan terbuka terkait penyebab dan solusi atas kelangkaan tersebut.

PROJAMIN menegaskan bahwa pengawasan Publik terhadap distribusi Energi adalah bagian dari tanggung jawab Sosial untuk memastikan Hak Masyarakat terpenuhi.

Diskusi bersama Media Nasional tersebut juga bertujuan agar informasi terkait kondisi riil di lapangan dapat tersampaikan secara Objektif dan transparan kepada Publik luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Pertamina terkait langkah konkret penanganan distribusi BBM di Wilayah terdampak.

PROJAMIN Kalbar berharap adanya respons cepat, terukur, dan transparan dari pihak terkait agar krisis distribusi BBM tidak terus berulang dan merugikan Masyarakat, khususnya di Wilayah timur Kalimantan Barat yang kerap menjadi titik rawan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *