Setiap hari, jalur kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta dilalui ribuan penumpang dan menjadi bagian penting dari mobilitas perjalanan kereta api. Untuk menjaga tingkat keandalan dan keselamatan yang tinggi pada jalur kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta sepanjang 2025 mengganti rel sepanjang 33.900 meter serta 30 unit wesel pada lintasan operasionalnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 1 Jakarta dalam memastikan jalur kereta api tetap aman, stabil, dan andal di tengah tingginya frekuensi perjalanan kereta api di wilayah Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pekerjaan penggantian rel dan wesel bukan sekadar aktivitas teknis rutin, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam keselamatan.
“Setiap rel dan wesel yang diganti adalah upaya nyata untuk melindungi keselamatan pelanggan. Jalur yang andal akan menekan potensi risiko dan memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman serta nyaman,” ujar Franoto.
Dalam sistem perkeretaapian, rel berperan sebagai penopang utama beban rangkaian sekaligus penentu kestabilan perjalanan. Sementara itu, wesel sebagai alat untuk perpindahan jalur dan menjadi bagian krusial yang memerlukan kondisi prima karena memiliki tingkat risiko tinggi apabila tidak dirawat secara optimal. Kualitas prasarana inilah yang berpengaruh langsung terhadap ketepatan waktu, kelancaran operasional, dan keamanan.
Selain penggantian prasarana untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Daop 1 Jakarta juga menerapkan pemantauan kondisi jalur secara berlapis. Setiap hari, petugas Juru Penilik Jalan (JPJ) melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan rel, bantalan, ballast, serta komponen pendukung lainnya berada dalam kondisi laik. Pemantauan turut diperkuat melalui pengecekan dari atas kereta api untuk merasakan goyangan melalui pemeriksaan bordes ride, lokride, dan laporan masinis sebagai garda terdepan yang merasakan langsung kondisi lintasan.
Hasil dari pemeriksaan dan patahan tersebut menajadi bahan untuk terhadap kebutuhan perawatan, KAI Daop 1 Jakarta menyiagakan enam unit Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) di titik-titik strategis, khususnya di Jatinegara dan Pasar Minggu. Kedua wilayah ini merupakan simpul dengan intensitas perjalanan tinggi sehingga membutuhkan kesiapsiagaan prasarana yang lebih optimal.
Menurut Franoto, perawatan jalur menjadi bagian untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan menjaga kenyamanan pelanggan.
“Perawatan prasarana bukan sekadar menjaga rel tetap berfungsi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menggunakan kereta api dengan rasa aman. Inilah kontribusi nyata KAI dalam menghadirkan transportasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Pendekatan yang diterapkan KAI Daop 1 Jakarta bersifat preventif merawat sebelum rusak dan mengganti sebelum berisiko. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga keandalan jalur di tengah peningkatan frekuensi perjalanan dan tuntutan ketepatan waktu layanan.
Memasuki tahun 2026, peningkatan prasarana kembali dilanjutkan. Berdasarkan hasil evaluasi teknis di lapangan, KAI Daop 1 Jakarta menargetkan penggantian rel sepanjang 27.800 meter serta 14 unit wesel di wilayah Daop 1 Jakarta. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengacu pada standar keselamatan dan prosedur teknis yang ketat serta dijadwalkan secara cermat agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Melalui perawatan dan penggantian prasarana yang berkelanjutan, KAI Daop 1 Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengoperasikan kereta api, tetapi juga merawat jalur sebagai ruang keselamatan publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai moda andalan yang aman dan nyaman.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES


