Pemilihan besi beton ulir dan polos perlu disesuaikan dengan fungsi struktur pada proyek konstruksi, seperti rumah tinggal hingga gedung bertingkat, karena besi ulir memiliki daya lekat dan kekuatan lebih baik untuk elemen utama, sedangkan besi polos cocok untuk kebutuhan ringan yang lebih ekonomis. Dengan menghitung kebutuhan tulangan sejak tahap perencanaan, mulai dari diameter, panjang, hingga berat besi, pembelian material dapat dilakukan secara tepat, efisien, dan aman, serta didukung penggunaan besi beton berstandar SNI dari supplier terpercaya seperti Toko Besi Material Inovasi Industri.
Besi beton, atau yang sering disebut tulangan, adalah komponen penting dalam konstruksi bangunan beton bertulang. Fungsinya adalah menahan gaya tarik yang tidak mampu ditanggung oleh beton sendiri. Pemilihan jenis tulangan, apakah ulir atau polos, sangat memengaruhi kekuatan, daya tahan, dan keamanan struktur. Kesalahan dalam memilih atau menghitung kebutuhan tulangan bisa menyebabkan masalah serius, mulai dari retakan hingga keruntuhan. Oleh karena itu, memahami perbedaan dan cara menghitung kebutuhan tulangan secara akurat sangat penting bagi mahasiswa teknik, kontraktor, maupun pemilik rumah.
Besi Beton Polos
Besi beton polos adalah batang baja berbentuk bulat dengan permukaan halus tanpa tonjolan. Secara visual, permukaannya tampak licin dan rata, sehingga mudah dikenali di lapangan. Jenis ini umumnya digunakan untuk struktur non-struktural atau beban ringan, seperti sloof ringan, kolom praktis, pagar beton, atau pondasi telapak sederhana. Karena daya lekatnya dengan beton relatif rendah, penggunaannya dibatasi pada elemen yang tidak menanggung beban besar.
Kelebihan & Kekurangan
✅ Lebih murah dan mudah dibengkokkan
❌ Daya lekat dengan beton lebih rendah, sehingga berisiko selip saat terjadi beban berat
Besi Beton Ulir
Besi beton ulir adalah batang baja dengan permukaan bergelombang atau berulir. Teksturnya kasar dengan pola ulir yang melingkar dan memanjang sepanjang batang. Desain ini sengaja dibuat untuk meningkatkan ikatan mekanis antara baja dan beton. Karena itu, besi ulir sangat cocok digunakan pada elemen struktural utama seperti balok, kolom, plat lantai, pondasi tiang pancang, dan struktur tahan gempa yang membutuhkan kekuatan tinggi.
Kelebihan & Kekurangan
✅ Daya lekat tinggi dan kuat menahan beban tarik
❌ Harga sedikit lebih mahal dan lebih sulit dibengkokkan dibanding beton polos
Perbedaan Besi Beton Ulir dan Polos
Cara Memilih Besi Beton yang Tepat
Pilih sesuai jenis bangunan
Untuk bangunan kecil → beton polos atau ulir biasanya cukup, asal penempatannya tepat.
Untuk bangunan besar/tinggi → beton ulir lebih dianjurkan untuk menjaga kekuatan dan mencegah kerusakan.
Sesuaikan dengan beban yang ditanggung
Semakin berat beban bangunan, semakin besar ukuran dan kualitas beton yang dibutuhkan. Bangunan yang lebih besar atau menahan lebih banyak beban memerlukan tulangan yang lebih kuat.
Contoh: rumah tinggal bisa pakai Ø10–Ø12, sedangkan gedung bertingkat mungkin butuh Ø16–Ø25.
Perhatikan penempatan tulangan
Beton ulir: kolom dan balok → menahan tarik dan tekan maksimal.
Beton polos: struktur sekunder (dinding, sloof) → tetap kuat dan lebih hemat.
Pastikan bersertifikat SNI
Pastikan besi beton yang digunakan memiliki sertifikat SNI, karena sertifikasi ini menjamin mutu sesuai standar Indonesia sehingga kuat, tahan korosi, dan aman. Besi beton tanpa SNI berisiko memiliki kualitas rendah dan dapat membuat struktur cepat rusak.
Seimbangkan biaya dan keamanan
Jangan hanya fokus pada harga murah, karena hal itu bisa mengorbankan kekuatan dan umur bangunan. Pilih besi beton yang efisien namun tetap aman, karena investasi yang tepat akan lebih hemat dalam jangka panjang.
Cara Menghitung Kebutuhan Tulangan Besi Beton
Menghitung kebutuhan tulangan bertujuan agar jumlah besi beton yang dibeli sesuai dengan kebutuhan proyek, sehingga tidak terjadi kekurangan maupun pemborosan material.
Sebagai contoh, diketahui:
– Jenis besi: besi beton ulir
– Diameter: Ø10 mm
– Panjang per batang: 12 meter
– Jumlah batang: 20 batang
– Berat besi Ø10 mm: 0,6165 kg/m
Perhitungan:
– Total panjang beton = 20 × 12 = 240 meter
– Total berat beton = 240 × 0,6165 = 147,96 kg
Berdasarkan perhitungan tersebut, kebutuhan besi beton untuk proyek ini adalah 20 batang besi beton ulir diameter 10 mm, yang setara dengan sekitar 148 kg. Dengan mengetahui angka ini, pembelian material dapat dilakukan secara lebih tepat, efisien, dan terkontrol.
Kesalahan Umum dalam Pemilihan dan Perhitungan Tulangan
Beberapa kesalahan umum di lapangan antara lain mengganti beton ulir dengan beton polos demi menghemat biaya, tidak memperhitungkan panjang sambungan (overlap), mengabaikan jarak antar tulangan, serta membeli besi tanpa memastikan standar SNI. Kesalahan tersebut dapat berdampak langsung pada kekuatan dan keamanan bangunan.
Oleh karena itu, pemilihan besi beton harus disesuaikan dengan fungsi struktur, di mana beton ulir digunakan untuk elemen utama dan beton polos untuk pekerjaan ringan yang lebih ekonomis. Untuk wilayah Jawa Tengah, kebutuhan besi beton dapat dipenuhi melalui Toko Besi Material Inovasi Industri yang menyediakan besi beton berstandar SNI dengan pilihan lengkap.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES


