RajaBackLink.com
Berita  

Mahasiswa STIK-PTIK LEMDIKLAT Polri Angkatan 83 Hibur Anak-Anak di Tenda Pengungsian Bener Meriah

Mahasiswa STIK-PTIK LEMDIKLAT Polri Angkatan 83 Hibur Anak-Anak di Tenda Pengungsian Bener Meriah

DinastiNews.com | Bener Meriah , 22 Februari 2026 –
Duka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada tahun 2025 silam masih menyisakan luka, terutama bagi anak-anak yang hingga kini masih tinggal di posko pengungsian.

Kehilangan tempat tinggal dan perubahan situasi kehidupan yang drastis tentu berdampak pada kondisi psikologis mereka.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan keceriaan di tengah situasi sulit tersebut, mahasiswa STIK-PTIK LEMDIKLAT Polri Angkatan 83 kembali mengunjungi posko pengungsian untuk menghibur anak-anak yang terdampak.

Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, menyampaikan bahwa kehadiran para mahasiswa ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh anak-anak di pengungsian.

“Anak-anak di pengungsian kembali kedatangan tamu yang menghibur mereka, yakni kakak-kakak dari mahasiswa STIK-PTIK LEMDIKLAT Polri Angkatan 83.

Kehadiran mereka membawa semangat dan keceriaan baru bagi anak-anak,” ujar AKBP Aris.
Beragam kegiatan digelar di tenda pengungsian, mulai dari bermain bersama, tebak kuis, bernyanyi bersama, hingga berdoa bersama.

Suasana hangat dan penuh tawa pun tercipta, mengubah tenda pengungsian menjadi ruang kebersamaan yang penuh harapan.

Tak hanya memberikan hiburan, para mahasiswa juga membagikan bingkisan berupa buku dan alat tulis guna mendukung semangat belajar anak-anak.

Selain itu, makanan ringan juga dibagikan untuk berbuka puasa, menambah kebahagiaan mereka di bulan penuh berkah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya trauma healing sekaligus bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memulihkan semangat dan memberikan dukungan moral bagi anak-anak agar tetap ceria dan optimis menghadapi masa depan.

Semoga kepedulian yang ditunjukkan ini menjadi penguat bagi anak-anak di posko pengungsian, serta menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan.

( Surianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *