DinastiNews.com | Aceh Tengah , Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah terus menggenjot pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Hingga Senin (16/2/2026) pukul 11.30 WIB, progres pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai 48,5 persen.
Jembatan gantung sepanjang 100 meter itu dibangun untuk menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah kampung di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Infrastruktur ini diharapkan menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Berdasarkan laporan di lapangan, empat titik abutmen—1A, 1B, 2A, dan 2B—telah selesai dicor. Tiang tower atau pilon titik (1) juga telah dicat. Sementara itu, tower kanan dan kiri sudah berdiri dan saat ini dalam tahap pemasangan glogor UNP 100 antar pilon.
Pekerjaan juga difokuskan pada pembentangan seling bawah sebagai bagian dari struktur utama jembatan. Pada hari ini, personel TNI bersama teknisi melakukan pengepresan seling bawah, pendirian pilon kiri titik (2), pemlesteran beton angkur titik (2), hingga pengelasan dan penguncian seling menggunakan klem.
Pembangunan jembatan ini melibatkan personel gabungan, terdiri dari tiga anggota Koramil 05/Linge dipimpin Lettu Inf Muklis, 30 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda, empat personel Kompi B Yonif 114/SM dipimpin Serda Nurdin, serta dua personel dari Puziad dipimpin Pelda Joko S.
Sejumlah material telah dimobilisasi ke lokasi, di antaranya 400 sak semen, ratusan batang besi berbagai ukuran, batu split, pasir, batu kali, delapan tiang tower, hingga seling atas dan bawah. Bahan lantai jembatan dari kayu keras juga sudah tersedia.
Meski progres hampir menyentuh 50 persen, Satgas masih menghadapi kendala terbatasnya alat pengepres dan penguncian seling. Idealnya, proses tersebut menggunakan alat impact agar hasil penguncian lebih kuat dan aman.
Lettu Inf Muklis mengatakan pihaknya terus memaksimalkan sumber daya yang ada demi mengejar target penyelesaian pada Februari 2026.
“Pekerjaan kita kebut setiap hari. Ini akses penting bagi masyarakat, jadi kita upayakan selesai tepat waktu dan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi,” ujarnya.
Jika rampung, jembatan gantung ini diyakini akan memangkas waktu tempuh antar desa dan memperlancar aktivitas ekonomi warga di wilayah pedalaman Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
(Surianto)














