DinastiNews.com | Aceh Tengah , Proses penormalan infrastruktur kelistrikan di Desa Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hingga Rabu (11/2/2026) pukul 18.30 WIB masih terus berlangsung. Saat ini, progres perbaikan telah mencapai 72 persen.
Hal itu disampaikan Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita, dalam laporan kepada Danrem 011/Lilawangsa terkait perkembangan penanganan kelistrikan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, jaringan listrik di Desa Delung Sekinel yang berada di bawah UP3/ULP PLN Aceh Tengah belum sepenuhnya normal. Kerusakan cukup parah terjadi akibat bencana yang menyebabkan sejumlah tiang listrik tumbang tertimpa kayu serta kabel terputus terbawa longsor.
Selain itu, medan yang sulit turut menjadi kendala dalam proses perbaikan. Beberapa titik jalur kabel berada di lokasi yang longsor dan bertebing, sehingga menyulitkan pemasangan kembali jaringan.
Akses menuju desa, khususnya ke Dusun Tekur dan Dusun Blang Pertik, juga tidak dapat dilalui mobil crane roda empat. Akibatnya, proses pelangsiran tiang listrik harus dilakukan secara manual dengan cara menyeberangi sungai.
PLN Unit Takengon membagi pengerjaan menjadi tiga tim dengan total 36 personel. Perbaikan difokuskan di Desa Delung Sekinel (Dusun Tekur dan Dusun Blang Pertik) serta Desa Reje Payung.
Kodim 0106/Aceh Tengah melalui personel Koramil 05/Linge turut melakukan pengamanan sekaligus membantu pemasangan tiang baru yang hilang terbawa banjir.
Babinsa Koramil 05/Linge, Serka T Hasibuan, mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan PLN untuk mempercepat proses pemulihan listrik di wilayah tersebut.
“Kami bersama personel PLN terus berupaya maksimal di lapangan. Meski akses cukup sulit dan harus membawa material secara manual, kami tetap optimistis listrik segera normal dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Pada Kamis (12/2/2026), pengerjaan dijadwalkan dilanjutkan dengan pemasangan tiang serta penarikan kabel di Desa Delung Sekinel.
Pihak terkait berharap proses penormalan dapat segera rampung agar suplai listrik kembali stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
(Surianto)














