Bangko–Bupati Merangin H M Syukur melalui Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, mengusulkan sebanyak 46 desa blank spot yang masih ada di Kabupaten Merangin, ke Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta, Senin (09/2).
Diakui bupati, Merangin merupakan kabupaten mempunyai wilayah terluas di Provinsi Jambi jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya, dengan luas 7.679 km2. Kabupaten Merangin terdiri dari 24 Kecamatan, 205 Desa dan 10 kelurahan.
‘’Bumi Merangin mempunyai potensi wilayah pertanian, perkebunan, pariwisata dan Geoprak Merangin yang telah di akui UNESCO. Untuk itu internet sudah menjadi kebutuhan primer,’’ujar Bupati sebagaimana disampaikan Kadis Kominfo.
Dari 205 desa dan 10 kelurahan di Merangin lanjut Akhoi (panggilan akrab Kadis Kominfo), masih terdapat 46 desa blank spot. Desa-desa blank spot tersebut rata-rata berada di desa-desa pinggiran.
‘’Daerah blank spot itu memang jumlah penduduknya masih sedikit, jarak tempuh yang jauh, sehingga pihak proveider belum mau membangun tower, sementara anggaran APBD Kabupaten Merangin sangat terbatas,’’terang Akhoi.
Ketika mengajukan usulan tersebut, Kadis Kominfo Merangin didampingi Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, mereka langsung melakukan audensi bersama Stafsus Kementrian Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik Arnanto Nurprabowo.
Pada audensi itu, Stafsus menyampaikan program-program Komdigi 2026 antara lain pembangunan tower/intervensi 700 titik di seluruh Indonesia, Kampung Internet, Peningkatan SDM ASN dan masyarakat dalam bidang Digitalisasi atau Digital Talent, pelatihan Bangun Produk.
‘’Kami berharap semoga setiap tahun akan semakin berkurang desa blank spot di Kabupaten Merangin, dengan intervensi dari Kementerian Komdigi dan Proveider Swasta,’’harap Akhoi.
Kebutuhan Tower Internet lanjut Kadis Komunfo Merangin, akan sangat berpengaruh terhadap bidang kehidupan masyarakat, baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan Pemerintahan.
‘’Mohon berkenan melalui Pak Stafsus Kementrian Komdigi, dapat membantu dan memfasilitasi desa-desa kami untuk pembangunan tower BTS, sehingga akses komunikasi dan informasi desa-desa kami tidak tertinggal,’’harap Akhoi lagi.
Pada kesempatan itu sebagai sample, Akhoi langsung menyerahkan proposal usulan dari Pemerintah Kabupaten Merangin, untuk tiga desa wilayah Kecamatan Tiang Pumpung. Usulan itu diupload ke aplikasi E-Signal dan Aplikasi Bakti.
‘’Untuk profosal desa-desa lainnya akan kami kirimkan lebih lanjut,’’terang Akhoi kepada Stafsus Kementrian Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik Arnanto Nurprabowo saat memberikan profosal tersebut.(kominfo)














