RajaBackLink.com
Berita  

TNI–Rakyat Bergerak Nyata, Jembatan Gantung Burlah Dikebut hingga 44 Persen

TNI–Rakyat Bergerak Nyata, Jembatan Gantung Burlah Dikebut hingga 44 Persen

DinastiNews.com | Aceh Tengah , Komitmen TNI dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman kembali dibuktikan melalui pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Kamis, 5 Februari 2026, progres pembangunan jembatan yang berada di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 44 persen dan terus dikebut agar rampung sesuai target Februari 2026.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Kala Ketol, Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara. Selama ini, jalur tersebut kerap menjadi kendala utama mobilitas warga, khususnya saat musim hujan dan debit sungai meningkat.

Pengerjaan jembatan sepenuhnya melibatkan personel TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat, mencerminkan kuatnya sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sebanyak 4 personel Koramil 09/Ketol dipimpin Serka Suyanto, 13 personel Yon TP 854 di bawah Serka Hasanudin Hasibuan, serta 22 warga masyarakat terjun langsung dalam setiap tahapan pekerjaan.

Sejumlah pekerjaan krusial telah dan sedang dilaksanakan, di antaranya pembongkaran mal aboutman 2A dan B, penggalian pondasi seling sayap penyeimbang jembatan di sisi kanan dan kiri pada titik dua, serta lanjutan pengelasan tiang tower di titik satu. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam menjamin kekuatan dan keamanan konstruksi jembatan.

Dari sisi logistik, ketersediaan material terpantau aman dan lengkap. Hingga saat ini, material yang telah dimobilisasi ke lokasi meliputi 490 sak semen, ratusan batang besi berbagai ukuran, kerikil dan pasir puluhan truk, angkur tiang dan seling, roda seling, hingga delapan unit tiang tower sebagai struktur utama jembatan gantung.

Tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan pembangunan. Cuaca cerah menjadi faktor pendukung utama sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan.

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dalam memperlancar arus ekonomi, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antar desa.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali menegaskan peran strategisnya tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

(Surianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *