RajaBackLink.com
Berita  

SD Negeri 9 Takengon Kembali Ke Sekolah, Berkat Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah, YTP 854/DK Bersama Damkar

SD Negeri 9 Takengon Kembali Ke Sekolah, Berkat Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah, YTP 854/DK Bersama Damkar

DinastiNews.com | Aceh Tengah ,  Meski beberapa fasilitas masih dalam proses pemulihan, Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah, YTP 854/DK dan Damkar memastikan proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama, seperti SDN 9 Takengon Kembali bersekolah.

Sekolah tersebut merupakan terdampak timbunan material lumpur dan tanah akibat bencana alam ahir tahun 2025 lalu, sehingga mengganggu kelayakan lingkungan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. kemudian TNI AD melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan dan dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh siswa dan tenaga pendidik di sekolah SD 9 Takengon
bertempat di desa mendale kec Kebayakan Kab Aceh Tengah. Kamis(22/01/26)

Pembersihan tersebut meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah kurang  lebih 1 meter dan tanah di halaman serta diluar sekolah dan pengecatan dinding luar dan dalam ruangan, serta pengangkatan material lumpur di sekolah dengan menggunakan  manual dan alat berat excavator.

Saat  Ditemui awak pers Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana, sehingga proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali.

Meskipun sarana dan prasarana belajar seperti bangku, kursi, maupun buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Menurutnya yang terpenting, anak-anak berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas” Ujarnya”.

Lanjutnya, Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas tersebut dinilai penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. sekolah dapat menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana,” Tutupnya.

Editor : Surianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *