RajaBackLink.com
Berita  

Gotong Royong di Tengah Arus Sungai, Jembatan Darurat Desa Burlah Jadi Harapan Warga Ketol

Gotong Royong di Tengah Arus Sungai, Jembatan Darurat Desa Burlah Jadi Harapan Warga Ketol

DinastiNews.com | Aceh Tengah , Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang terjal, semangat gotong royong tak pernah surut. Kamis pagi (9/1/2026), ratusan warga bersama prajurit TNI bahu-membahu mengangkat kayu balok melintasi sungai, demi satu tujuan mulia  menghadirkan kembali akses penghubung kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Pemandangan ini bukan sekadar proses pembangunan jembatan, tetapi potret ketulusan, pengorbanan, dan harapan yang menyatu di tengah keterbatasan.

Pembangunan jembatan darurat gantung di Desa Burlah terus menunjukkan perkembangan signifikan. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung ruas jalan Desa Kala Ketol – Desa Burlah – Desa Kekuyang – Desa Buge Ara – Desa Bintang Pepara, yang sebelumnya terputus dan menyulitkan aktivitas warga, mulai dari ekonomi hingga pendidikan.

Dalam kegiatan terbaru, fokus pekerjaan diarahkan pada pengambilan kayu balok (glogor) yang akan digunakan sebagai bagian struktur jembatan. Proses ini dilakukan secara manual karena medan lokasi pengambilan kayu yang terjal dan curam, sehingga membutuhkan tenaga ekstra dan kehati-hatian tinggi.

Pengerjaan jembatan melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol di bawah pimpinan Serka Suyanto, 20 personel Yon TP 854 dipimpin Serda Oktober Yando Sianturi, serta 31 personel Yon Zipur 6/DS dengan penanggung jawab Letda Czi Juskarni Siregar. Tak hanya TNI, sekitar 150 warga masyarakat turut ambil bagian, menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat dan rakyat.

Untuk mendukung pembangunan, sejumlah material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi, antara lain 80 sak semen, besi berbagai ukuran, kerikil satu mobil L300, serta pasir dan bahan pendukung lainnya.

Meski dihadapkan pada kendala alam dan keterbatasan akses, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama. Setiap kayu yang dipanggul, setiap langkah yang diayunkan di dalam arus sungai, adalah bukti bahwa jembatan ini dibangun bukan hanya dari besi dan semen, tetapi juga dari harapan dan kepedulian.

Apabila jembatan darurat ini rampung, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya akan kembali merasakan kemudahan akses, sekaligus menjadi simbol bahwa di saat sulit, negara hadir bersama rakyatnya.

Editor : Surianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *