DinastiNews.com | Aceh Tengah , Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir bandang di sejumlah desa, sehingga merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, pasukan TNI dari Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) 856/Samudera Biru Sakti (SBS) bersama jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah turun langsung ke lapangan untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba itu membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan dari hulu sungai, menggenangi rumah-rumah warga serta lahan pertanian. Sejumlah warga, termasuk anak-anak, lansia, dan perempuan, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena air dengan cepat naik dan masuk ke dalam rumah.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah melalui perwira penghubung di lokasi menyampaikan bahwa begitu menerima laporan adanya warga yang terjebak, pihaknya langsung mengerahkan personel bersama pasukan YTP 856/SBS untuk melakukan evakuasi.
Dengan menggunakan perahu karet, tali, serta peralatan seadanya, prajurit TNI menyusuri permukiman yang terendam banjir guna mengevakuasi warga ke posko pengungsian.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bergerak cepat bersama Yonif YTP 856/SBS untuk mengevakuasi masyarakat yang masih terjebak di rumah-rumah mereka, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua,” ujar salah satu perwira TNI di lokasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena arus air masih deras dan kondisi medan yang licin. Namun, berkat kerja sama antara TNI, aparat desa, relawan, dan masyarakat setempat, puluhan warga berhasil dievakuasi dengan selamat.
Mereka kemudian dibawa ke posko pengungsian yang telah disiapkan di balai desa dan fasilitas umum terdekat.
Selain evakuasi, pasukan TNI juga membantu mendirikan tenda pengungsian, mendistribusikan logistik, serta menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir.
Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan turut disalurkan kepada warga terdampak.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga.
Salah seorang warga yang berhasil dievakuasi mengaku bersyukur atas bantuan cepat dari aparat. “Air datang sangat cepat, kami panik dan tidak tahu harus bagaimana. Alhamdulillah bapak-bapak TNI datang membantu kami keluar dari rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta lahan pertanian yang terdampak banjir bandang. Upaya pembersihan material lumpur dan puing-puing juga mulai dilakukan secara bertahap agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.
Dandim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus siaga dan siap membantu masyarakat selama masa tanggap darurat. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana. Kami berharap warga tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Dengan kerja keras dan kebersamaan semua pihak, diharapkan proses penanganan banjir bandang di Aceh Tengah dapat berjalan dengan baik, sehingga warga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.”-
Editor : Surianto














