RajaBackLink.com

Krakatau Steel: Perlindungan Baja Nasional adalah Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

Krakatau Steel: Perlindungan Baja Nasional adalah Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

Jakarta , 2 Januari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menyambut pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (15/12).

Di tengah dinamika
perdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap
tersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri
nasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja. Sebagai industri
hulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam
pembangunan nasional.

Proteksi Baja Sebagai Arus Utama Global 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa
perlindungan industri baja bukanlah praktik eksklusif atau menyimpang,
melainkan bagian dari arus utama kebijakan perdagangan internasional.

“Pengalaman
Korea Selatan menunjukkan bahwa bahkan kampiun baja dunia sekalipun tetap
membutuhkan instrumen perlindungan perdagangan. Proteksi baja bukan tanda
kelemahan industri, tetapi bagian dari tata kelola untuk menjaga keberlanjutan
di tengah distorsi pasar global,” ujar Widodo.

Ia
menjelaskan bahwa Korea Selatan secara konsisten menggunakan instrumen trade
remedies
, termasuk bea anti dumping, untuk menjaga pasar domestik
dari tekanan impor yang merugikan produsen nasional. Pendekatan serupa juga
dilakukan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negara-negara ASEAN seperti
Thailand dan Malaysia.

Mewujudkan Persaingan yang Adil

Bagi
Krakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam
menciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional. Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa industri
baja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah
dilakukan dapat berjalan optimal.

“Industri
baja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang,
industri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global
yang tidak simetris,” jelas
Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel
Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Ia
menambahkan bahwa Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui
peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, namun
upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada
kepentingan nasional.

“Proteksi
yang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan
mampu menopang pembangunan jangka panjang,” tambahnya. 

Seperti diketahui, industri baja merupakan tulang
punggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga
pertahanan. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional
berarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan
ekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Dalam hal ini Danantara
menjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group. Dan program ini
menjadi bagian penting bagi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran
bangsa.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES