Breaking News
Polres Aceh Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Terdampak Bencana *Polres Sarolangun Gelar Upacara Pemberian Penghargaan Kepada Personil Yang Berhasil Ungkap Kasus Ganja 40Kg.* Kepolisian Resor (Polres) Sarolangun menggelar upacara pemberian penghargaan serta penyerahan tanda kehormatan kepada personel berprestasi di halaman Mapolres Sarolangun, Rabu (29/01/26) pagi. Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Perwira, Bintara, dan ASN Polres Sarolangun. Dalam amanatnya, Kapolres Sarolangun menyampaikan bahwa pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi institusi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta kinerja melampaui tugas pokok dan fungsi yang diemban. “Penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, menjadi teladan, serta memotivasi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan kerja berkolaborasi, solidaritas, dan gotong royong untuk mengatasi tantangan serta mencapai tujuan bersama “Bersama Kita Bisa ,” kata AKBP Wendi . Selain penghargaan prestasi, Kapolres juga menyerahkan Piagam Penghargaan sebagai bentuk penghormatan negara kepada anggota Polri yang telah menunjukkan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan prestasi luar biasa yang melebihi panggilan tugas. Sebanyak 10 personel menerima penghargaan atas prestasi khusus. Adapun prestasi yang mendapatkan apresiasi di antaranya personel Satres Narkoba, KBO Narkoba Iptu F. Aritonang, Aiptu HS. Perangin Angin, Aiptu Zulkarnain, Brigpol Ari Anggara, Briptu Yongki, Bripda Husin dan Personil Propam Aiptu Fry Bob Sihombing, Aipda Wahyudi AR. Bripka Leonardo Tamba dan Brigpol Awaludin Lubis. Menutup rangkaian upacara, Kapolres Sarolangun menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta moralitas sebagai anggota Polri, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang luar biasa. Mari terus menjaga soliditas, meningkatkan sinergi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di Kabupaten Sarolangun,” ujarnya. Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Kapolres Sarolangun yang diikuti seluruh peserta upacara kepada para penerima penghargaan sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan bersama. Babinsa Bantu Petani Mengecek dan Membersihkan Kebun Sayur Sepanjang Tahun 2025, 1.377 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Sumsel BNN DAN PEMPROV BANGKA BELITUNG PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN NARKOBA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
RajaBackLink.com

Perkuat Konektivitas Trans Jawa, JTT Dukung Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perkuat Konektivitas Trans Jawa, JTT Dukung Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bekasi (28/10) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang andal di Pulau Jawa. Melalui pengelolaan empat representative office yang mencakup ruas-ruas strategis seperti Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A,B,C, dan Surabaya–Gempol, JTT berperan penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong efisiensi pergerakan logistik di jalur utama perekonomian nasional.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga menjadi pengingat penting bagi JTT untuk terus menumbuhkan semangat kolaborasi dan persatuan dalam membangun konektivitas bangsa. Melalui semangat persatuan dan gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, JTT terus memperkuat sinergi untuk mewujudkan konektivitas yang efisien dan berkelanjutan di seluruh Trans Jawa.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa JTT secara berkelanjutan melakukan inovasi dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas jalan tol. “JTT berkomitmen untuk menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas ruas, pemeliharaan berkelanjutan, serta penguatan sistem monitoring lalu lintas, JTT berupaya menjaga agar konektivitas Trans Jawa terus berfungsi optimal sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Ria.

Sepanjang tahun 2025, dari Januari hingga September, JTT mencatat lebih dari 45 juta kendaraan logistik melintas di ruas tol yang dikelola. Arus kendaraan tersebut mencerminkan peran penting jalan tol Trans Jawa sebagai koridor utama distribusi barang dan perjalanan antarkota yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, hingga pusat perdagangan di Pulau Jawa.

Berdasarkan perhitungan melalui aplikasi peta digital, perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya melalui jaringan jalan tol Trans Jawa menempuh jarak sekitar 783 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 9 jam 30 menit. Sementara jika melalui jalur non-tol, jarak perjalanan mencapai 790 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 19 jam 21 menit. Artinya, keberadaan jalan tol Trans Jawa mampu memangkas waktu perjalanan hingga lebih dari 10 jam, menghadirkan efisiensi tinggi bagi pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas serta menjaga kenyamanan penggunan jalan, JTT telah melaksanakan berbagai kegiatan pemeliharaan jalan, meliputi pekerjaan scrap filling overlay (SFO), patching, dan rekonstruksi di sejumlah titik prioritas pada ruas Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A,B,C, dan Surabaya–Gempol. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan tujuan dengan tujuan menjaga kualitas jalan agar tetap dalam kondisi prima dan memperpanjang usia konstruksi yang disertai dengan sosialisasi melalui kanal informasi resmi, media luar ruang, dan Dynamic Message Sign (DMS) di lapangan.

Selain fokus pada aspek konektivitas, JTT juga berkomitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional. Beragam inisiatif berkelanjutan telah dilakukan, antara lain penggunaan energi surya di fasilitas jalan tol, pengelolaan sampah terpadu di rest area, serta penanaman pohon di sepanjang koridor jalan tol sebagai upaya mendukung pengurangan emisi karbon.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, JTT juga terus membuka ruang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area istirahat dan pelayanan (rest area) yang dikelola. Saat ini, lebih dari 30% tenant rest area JTT diisi oleh pelaku usaha lokal yang menjadi bagian penting dari rantai ekonomi di sekitar wilayah operasional.

Dengan upaya berkelanjutan tersebut, JTT berkomitmen menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional — sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang meneguhkan tekad untuk bersatu dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES