Bangko-Memasuk H+ 6 Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Merangin H M Syukur membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Desa Muara Panco Kecamatan Renah Pembarap, Sabtu malam (06/4).
Menariknya meskipun Desa Muara Panco sudah dimekarkan menjadi Desa Muara Panco Barat dan Desa Muaro Panco Timur, namun MTQ tingkat Desa Muara Panco tersebut, tetap disaksanakan di satu tempat setiap tahunnya.
Dikatakan bupati pada sambutan pembukaan MTQ yang berlangsung meriah tersebut, dengan membaca Al Quran, akan diberi hidayah, petunjuk dan pedoman dalam membangun Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin.
‘’Penyelenggaraan MTQ tidak bisa dipisahkan dalam upaya menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Al Quran. Kegiatan yang memadukan, seni, ilmu dan agama itu sebagai cermin dalam diri seseorang atau kelompok,’’ujar Bupati.
H M Syukur berpesan, agar penyelenggaraan MTQ adalah ibadah. MTQ harus bisa menjadi media untuk memelihara memuliakan Al Quran, dengan memahami makna yang terkandung didalamnya, kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
‘’Penyelenggaraan MTQ akan mampu mengembalikan tujuan sebagai suatu wahana, menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, petunjuk dan sebagai inspirasi serta motivasi untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna,’’harap Bupati.
Lebih lanjut dikatakan H M Syukur, MTQ bukan sekedar simbolis atau memenuhi syarat formal atau sekedar memenuhi tuntutan, tapi tentunya dalam kehidupan sehari-hari Al Quran dijadikan pandangan martabat hidup berbangsa dan bernegara,
Penyelenggaraan MTQ yang setiap tahunnya digelar, tentu ada menciptakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai anak bangsa, sebagai umat Islam dan sebagai orang yang mengamalkan nilai-nilai dalam Al Quran.
‘’Sekali lagi saya berharap kepada semua warga dan semua sanak saudara, bahwa MTQ bukan sekedar simbolis, bukan sekedar lomba dan mendapatkan piala, mendapatkan piagam dan mendapatkan hadiah,’’tegas Bupati.
Tatapi lanjut H M Syukur, penyelenggaraan MTQ setiap tahunnya itu, akan mempu mengingatkan prilaku manusianya atau umatnya atau anak bangsanya, untuk menjauhi apa yang dilarang oleh agama maupun bangsa.
Malam pembukaan MTQ ke-42 tingkat dua desa, Muaro Panco Barat dan Muaro Panco Timur itu berlangsung meriah, diwarnai dengan berbagai seni pertunjukan yang kental bernuansa Islami.(/kominfo)
Hbl