RajaBackLink.com

Satreskrim Polres Kerinci Bersama Majelis Guru dan Kepala Sekolah Laksanakan Mediasi Perselisihan Remaja

Satreskrim Polres Kerinci Bersama Majelis Guru dan Kepala Sekolah Laksanakan Mediasi Perselisihan Remaja

DinastiNews.Com. Kerinci-Jambi. Mediasi Penyelesaian Kasus Pemukulan antara Pemuda Desa Kumun dan M. Nor Amin dari Desa Batu Lumut. Guna memberi pelayanan dan mengayomi warga masyarkat, Polres Kerinci Mengadakan Mediasi untuk Penyelesaian Kasus Pemukulan di Aula Tribrata.

Melalui Satreskrim Polres Kerinci, Sabtu, 8 Maret 2025, ujudkan mediasi penyelesaikan kasus pemukulan yang melibatkan beberapa pemuda dari Desa Kumun terhadap M. Nor Amin, warga Desa Batu Lumut.

Polres Kerinci melalui Satreskrim upayakan Mediasi di Aula Tribrata Polres Kerinci dipimpin Kasat Reskrim Akp. Very Prasetewan, SH. MH, yang diwakili oleh KBO Satreskrim Polres Kerinci, IPDA Mat. Syahir, dan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kerinci, IPDA Hendra Deri.

Hadir Sejumlah perwakilan di antaranya Kepala Sekolah MAN 2 Sungai Penuh, Asmir Samin, Kepala Sekolah SMA N 2 Sungai Penuh, Syahdanur Gusmin, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Sungai Penuh, Albizar, Dinas Sosial Kota Sungai Penuh, Dina Nopersa, serta sejumlah Kepala Desa dari daerah setempat, termasuk Kepala Desa Kumun Hilir, Fidia Putra, Kepala Desa Kumun Mudik, Awal Fari, Kepala Desa Ulu Air, Jonimo Hendra, dan Kepala Desa Sanggaran Galeh, Amrizal serta orang tua dari 8 pemuda yang terlibat dalam kasus pemukulan juga hadir dalam mediasi.

Pada Insident ini melibatkan 8 pelaku yang masih remaja terdiri dari pelajar SMA dan SMK, dengan rentang usia antara 15 hingga 17 tahun. Inisial A.S. (16), D.R.R. (15), M.A.H. (17), M.J.I. (17), I.J.S. (16), G.A.F. (16), M.N.H. (16), dan H.M.S. (16). Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Kumun Debai.

Kata KBO pada awak media DinastiNews.Com, Jajaran Polres Kerinci harapkan Kasus pemukulan diselesaikan secara damai tanpa perlu menimbulkan dampak lebih besar di masyarakat. Pihak kepolisian menekankan pentingnya pendekatan Preventif untuk mencegah hal serupa tak terulang didepan hari.

Kita berharap ujar KBO, pihak keluarga, sekolah, dan pemerintah desa berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap generasi muda guna mencegah perbuatan tidak terpuji kembali terjadi.

Mat Syahir sampaikan pentingnya menjaga ketertiban dan mengarahkan remaja untuk tidak terjerumus dalam perkelahian atau tindakan tak terpuji. Senada disampaikan Kepala Sekolah MAN 2 Sungai Penuh, Asmir Samin atas kejadian ini dan berjanji akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Sekolah SMA N 2 Sungai Penuh, Syahdanur Gusmin, pentingnya memberikan efek jera kepada siswa yang terlibat serta Kepala Desa juga menyatakan kesediaan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di desa mereka agar tidak terlibat dalam kejadian serupa.

Disamping itu Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya pengawasan terhadap anak-anak sehingga terjadi hal yang tak di inginkan.

Menutup konfirmasinya, KBO katakan Polres Kerinci berharap agar para remaja dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Tutup KBO

 

Hbl

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *